Kamis, 25 November 2010

Sekilas Pandang Sanggar tari "Sekar Putri"

Sanggar tari "sekar Putri" berdiri 29 maret 2009 yang  lokasinya berada di desa kelangdepok (Rumah Ibu Erna ). Kemudian pada Tahun 2010 pindah di garasi mobil milik H. sofian purdiono dan mendapat ijin dari pemilik garasi serta dukungan dari masyarakat Rw 01 Desa Kelangdepok. Pemilik Sanggar Tari "Sekar Putri" Berasal dari tanah pasundan tepatnya di kota Bogor, yang kemudian  pada tahun 1995 menikah dengan warga desa kelangdepok dan berdomisili tetap di desa kelangdepok kec Bodeh. Pendiri sanggar tari mendapatkan ketrampilan tari di Institute Kesenian Jakarta (IKJ),dan telah bergabung di beberapa sanggar tari yang berada di sekitar  jakarta dan Batam pada tahun 1990an . Namun dalam perjalanannya Setelah menikah pada tahun 1995 maka segala kegiatan yang berkaitan dengan senitari total berhenti .Ini semua karena kesibukannya sebagai Ibu Rumah tangga yang membesarkan 2 orang putri (yang bernama Aurora eza sofiana dan Mayapadha princess eza )dan satu orang pria (yang bernama Dzulqarnain Muttaqin )  setelah ketiga buah hatinya mulai besar sedikit demi sedikit jiwa seninya timbul kembali, dan semagatnya bangkit untuk mengembangkan bakat dan seni yang dimilikinya semenjak kecil, sebagai awal kegiatanya pendiri dengan cara mengumpulkan teman teman anaknya yang di SD kelangdepok serta ,MI kelangdepok untuk belajar menari di rumah pendiri secara bergantian sambil menikmati hari libur sekolah. Hal ini semakin hari semakin berkembang dan nampaknya dari kalangan pelajar SD dan MI serta smp mempunyai keinginan keras untuk bisa menari.Disamping itu dukungan dari berbagai orang tua anak didik dengan segala motifasi dan obsesinya untuk menjadikan ketrampilan anak anaknya, disamping ketrampilan akademis disekolahnya,akan tetapi ada pula yang sebagaian orangtua murid yang mempunyai keinginan agar  anaknya mempunyai ketrampilan menari untuk tampil dalam acara  resmi dan pengantinan didesa. Gejala ini juga diikuti oleh para teman teman sepermainan dan berita ibu ibu diwarung belanjanan terhembus akhirnya sampai kepada tetangga desa, seperti muncang,pendowo dan bahkan sampai kepada luar kecamatan Bodeh seperti, Comal,Petarukan dan Ulujami , secara serentak medaftarkan anaknya untuk bergabung di sanggar tari” sekar putri “yang ibu erna pimpin. sedikit demi sedikit bagaikan merajut kain, suka dan duka di lalui bersama dengan Susana kekeluargaan. Dilain sisi sanggar tari ini bisa berjalan sebagaimana mestinya jika didukung oleh sarana dan prasarana yang memadahi seperti: pakaian tari,alat musik serta koleksi berbagai tarian daerah yang didapat dari asal tarian tersebut.Upaya ini di rintis oleh Ibu Erna dengan cara menggumpulkan uang kepada setiap peserta didik sebesar Rp.2.000 untuk satu kali latihan, dan hasilnya dikumpulkan yang kemudian dibelikan bahan bahan untuk pakaian tari tersebut,yang pengerjaan pakaian tari tersebut dijahit sendiri oleh pendiri dengan menghabiskan malam demi malam dan sekarang sudah cukup banyak iventori pakaian tarinya yang dikerjakan dari hasil iuran peserta didik dan kerja keras pendiri selama kurun waktu hampir 2 tahun. sanggar tari "sekar Putri" berada di desa kelangdepok, tepatnya di Jl. pemuda, Kelangdepok Kec.Bodeh.Kenapa sanggar tari ini dinamakan Sekar Putri? Ibu Erna rachmi Sukmawati mengatakan bahwa alasan beliau memberi nama "Sekar Putri" supaya sanggar yang beliau dirikan bisa menjadikan putri yang peduli seni dan budaya indonesia  sebagai pewaris budaya dimasa yang akan datang, sebagai masyarakat Desa  tidak hanya bisa menikmati seni tari a bangsa dan tokoh budayawan  indonesia.Karena begitu besarnya kecintaan beliau terhadap seni tari, maka Ibu Erna Rachmi sukmawati berusaha untuk bisa mempunyai tempat sendiri dan segala perlengkapannya sebagai sanggar tari. Semua itu dilakukan karena memang beliau mempunyai harapan bisa mencetak generasi-generasi penerus dalam ikut melestarikan seni dan budaya Jawa ini.Maka tak heran jika beliau berusaha untuk tetap mempertahankan sanggar tari yang beliau miliki ini dan terus mengembangkan sanggarnya demi melestarikan dan nguri-uri budaya Jawa .Sanggar Tari sekar putri Budaya ini merupakan salah satu wadah kegiatan pelatihan ketrampilan senitari anak-anak yang diselenggarakan di Desa kelangdepok dan tumbuh kembang sebagai tempat pendidikan tari non formal di pemalang kalau mengakuinya.Pada awalnya materi yang diajarkan adalah tari klasik , tetapi lama-lama berkembang menjadi tari klasik dan tari kreasi. Ibu Erna rachmi sukmawati mengatakan bahwa sejak berdirinya sanggar tari "sakar Putri" pada tahun 2009, beliau mencoba mengembangkan sanggar tari Arena  Budaya khususnya menangani anak-anak seusia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah PErtama (SMP).Upaya untuk mewujudkan gagasan tersebut diawali dengan beliau terjun sendiri untuk melatih para anak didiknya. Selain itu beliau juga punya alasan yaitu karena alasan keprihatinannya terhadap anak-anak banyak yang terpengaruh oleh permainan budaya luar yang serba glamour lewat tayangan televisi.Perkembangan Sanggar Tari "Sekar Putri" dari waktu ke waktu banyak mengukir prestasi dalam berbagai kegiatan dan kesempatan. Hal ini tidak lepas dari sistem manajemen dan pengorganisasiannya.Selain itu juga didukung adanya sarana prasarana yang memadahi sepereti lokasi, tempat, organisasi, sarana latihan, materi tari, kualitas para pengajar yang terlibat, sistem pengajaran, sistem perekrutan siswa, sistem pembayaran, sistem pengevaluasian atau ujian, dan Peran pemerintah desa ,Karangtaruna dan semua isntansi terkait.
Sekian dan terima kasih,salam hormat dan terima kasih